MATERI PKKMB


1.1  Materi Pengembangan Karakter Mahasiswa

pj: AKBP Vicky Dzulkarnain, m.m
Society 5.0 adalah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Pada era ini, masyarakat diharapkan mampu menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era revolusi industri 4.0 untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Dunia pendidikan di era 5.0 menekankan pada pengembangan karakter, moral, dan keteladanan. Salah satu tantangan menuju indonesia emas adalah meningkatknya itoleransi di Indonesia

 Di era 5.0 nanti kita akan berhadapan dengan teknologi/AI, dan beberapa kejahatanyang dimungkinkan:
1. kejahatan kesehatan: kloning DNA illegal untuk tujuan reproduksi atau ambil organ kloning virus dan obat retas aplikasi data kesehatan.
2. kejahatan komputer: meretas sistem terenskripsi illegal, meretas headset dll untuk memata-matai org,
3. kejahatan hiburan: hub sex vr dngan avatar illegal
4. kejahatan budaya: pernikahan antara manusia dan ai, diskriminasi berdasarkan genetik.
5. kejahatan kota : peretasan ke berbagai sistem infrastruktur kota untuk menonaktifkan/mebghancurkan fungsinya
6. kejahatan lingkungan n perubhn iklim: rekayasa genetika virus, hewan, serangga atau lingkungan tanpa persetujuan.
7. kejahatan pendidikan : rekayasa obat2an nootropik, membeli ai pasar gelap untuk mengerjakan smua pekerjaan rumah
8. kejahatan energi: mencuri wf, membangun reaktor nuklir, meretas jaringan listrik
9. kejahatan makanan: kloning ternak
10. kejahatan robot: meretas kendali drone untk mencuri/merusak hasil panennya

mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa
1. berkontribusi utk masyarakat
2. bersikap dan berprilaku disiplin
3. ikuti prinsip dasar hidup yang benar
4. taat hukum (nilai etika, jujur dan integritas)
5. tanggung jawab
6. kedepankan kepatuhan pada aturan dan hukum masyarakat
7. hormati hak orang
8. bekerja keras, tepat waktu
9. tidak menyalahkan orang lain

dinamika giat di lapangan
1. penyampaian pendapat di muka umum: penyampain pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab di hadapan orang banyak, atau orang lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
2. unjuk rasa: kegiatan yang dilakukan seorang atau lebih untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan, dsb scara demonstrasi dimuka umum
3. Mimbar bebas: kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan secara bebas dan terbuka tanpa tema tertentu
4. anarkis: tindakan yg dilakukan secara sengaja atau terang2an oleh seseorang atau sekelompok orang yg bertentangan dgn norma hukum yg nengakibatkan kejahatan

penyampailan pendapat di muka umum meliputi
1. unjuk rasa/demonstrasi
2. pawai
3. rapat umum
4. mimbar bebas

menyampaikan pendapat dimuka umum wajib
1. menghormati HAM orang lain
2. tunduk kepada pembatasan yg ditetapkan undang undang
3. menghormati aturan2 moral yang diakui umum.
4. menyampaikan secara aman, tertib, dan damai


peran mhsiswa dlm menjaga ketertban msy
1. menjunjung keakraban, toleransi n menghormati hak2 sesama mahasiswa maupun masyarakat di internal or external kampus
2. menginformasikan ke dekan/rektor scr berjenjang apabila ada indikasi yg akan mengganggu ketertiban kampus
3. peduli untuk menjaga lingkungan, maupun sarpras yg ad di kampus
4. menginisiasi atau memotivasi ukm2 yntk menyelenggarakan giat2 yg bernuansa kepedulian sosial di lingkungan or luar kampus
5. memberitahukan kpd aparat kepolisian apabila akan menyelenggarakan penyampaian pendapat di muka umum maupun bentuk lain yg melibatkan smy luar kampus
6. berpartisipasi aktif mengamplifikasi pesan KAMTIBMAS di media sosial maupun mainstrream

rekomendasi
1. Optimalkan waktu untuk pembelajaran ilmu pengetahuan, sikap dan prilaku yang baik serta menjunjung nilai keadilan, kejujuran, rasa empati menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dlm kehidupan keseharian.
2. Berorientasi pada perubahan untuk kemajuan bagi kepentingan bangsa dan negara
3. mendorong motivasi, berpikir positif, berprestasi, kreatif dan inovatif sesuai kemajuan dan perkembangan zaman.
4. think globaly, act localy, inklusif n berkelanjutan

 

1.2  Materi: Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri/Transformasi Siswa Menjadi Mahasiswa/Pengembangan Karakter Mahasiswa

pj: Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T (Wakil rektor 1 bidang akademik)
Universitas Lampung (Unila) memiliki tahapan pengembangan meliputi
1. periode 2022–2025 (penguatan pembelajaran berbasis riset dalam rangka meningkatkan daya saing regional dan internasional)
2. 2026–2030 (penguatan riset berbasis inovasi)
3. 2031–2035 (penguatan universitas riset dan inisiasi universitas kewirausahaan)
4. 2036–2040 (penguatan universitas kewirausahaan)
5. 2041–2045 (fase mantap sebagai universitas kewirausahaan)

serta program studi yang telah meraih akreditasi internasional dan keanggotaan di AACSB, EFMD Global, AUN-BE, AUN, dan AUN-QA, di mana 1 program studi terakreditasi RSC, 15 program studi terakreditasi ASIIN, dan 14 program studi terakreditasi FIBAA; akreditasi internasional ASIIN dari Jerman diperoleh oleh program studi S1 Biologi, S1 Agribisnis, S1 Agroteknologi, S1 Teknologi Hasil Pertanian, S1 Ilmu Komputer, S1 Fisika, S1 Matematika, dan S1 Kedokteran.

strategi unggulan Rektor periode 2023–2027 dirumuskan dalam slogan “Be Strong!” yang meliputi
B: business sector, finance, investment and assets
E: empowerment of human resources
S: services for community
T: Teaching
R: research
O: organization partnership
N: Network infrastructure
G: good university governance

Serta didukung fasilitas seperti perpustakaan, laboratorium, laboratorium terpadu dan pusat inovasi, sarana olahraga, asrama mahasiswa, dan lainnya.

 

1.3 Materi: PKKMB
1. Jadikan PKKMB untuk mahasiswa baru sebagai wahana untuk memahami kegiatan kampus sebagai lingkungan akademik.
2. Jadikan PKKMB bagi mahasiswa baru sebagai forum untuk meningkatkan wawasan baru dalam pengawasan saran akademik yang berasal dari kampus secara maksimal.
3.  Memberikan pemahaman rentang wacana kebangsaan serta pendidikan yang mencerdaskan mahasiswa dengan nilai nilai kemanusiaan.
4. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Univeristas Lampung serta memmatuhi norma-norma di kampus.
Saya harap anda dapat memberikan gagasan dan inovatif untuk memecahkan permasalahan di Kota Bandar Lampung. Gunakan masa2 perkuliahan ini untuk menggembangkan diri,berorganisasi, berinteraksi dengan masyrakat kesempatan berkuliah untuk keluar dari zona nyaman, dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang utuk belajar, untuk menjadikan Bandar Lampung menjadi kota metropolitan yang maju, sejahtera dan menjadi kebanggan kita semua.

 

1.4 Materi: Kehidupan Berbangsa Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
pj: komandan korem 043/gatam: brigjen TNI Haryantana S.H
wawasan kebangsaan adalah suatu kesamaan cara pandang kedalam (in world looking) n ke luar (out world looking) dari suatu bangsa mengenai berbagai permasalahan di POLEXBOBBUDHANKAM dengan segala dimensinya yang variabel jumlahnya tidak terhinga. pandangan proaktif untuk membangun bangsa, sebagai bangsa yg mandiri n mampu mengembangkan moral, karakter dan iptek, dlm bingkai persatuan dan kesatuan sehingga menciptakan keunggulan yg tangguh dalam pengaturan global

Adapun 3 unsur wawasan kebangsaan:
1. rasa kebangsaan : rasa cinta, bangga dan memiliki terhadap bangsa dan negara
2. paham kebangsaan : pemahamam thdp konsep kebangsaan, termasuk sejarah, nilai2 dan tujuan nasional
3. semangat kebangsaan: dorongan/motivasi untuk berbuat sesuatu demi kepentinfan bangsa dan negara

nilai dasar wawasan kebangsaan
1. penghargaan thd harkat n martabat manusia sbg mahluk tuhan yang maha kuasa
2. cinta bangsa n tanah air
3. tekat bersama untk hidup berkebangsaan yg bebas, merdeka, dan bersatu
4. demokrasi or kedaulatan rakyat
5. kesetiakawanan sosial
6. msy adil b makmur

ancaman Indonesia saat ini
1. radikalisme, intoleran dan terorisme-radikal kanan
2. bahaya katen komunis-radikal kiri
3. gerakan beparatis-gam/rms/opm
4. tawuran pelajar-lemahnya oendidikan karakter
5. narkoba n sex bebas-kurangny edukasi ttg nilai.moral dr lingkungan sosial

kehilangan jati diri membuat menurunnya rasa cinta tanah air, rasa rela berkorban, rasa tdk mengenal menyerah, menurunnya pemahaman thd pancasila, hilangny kemampuan bela negara shg nasionalisme terkikis

1.5 Materi: Peran Mahasiswa di Era Digital

A. Beradaptasi dengan Kemajuan Teknologi

1. Pemahaman teknologi

   Mahasiswa harus memahami alat seperti aplikasi pembelajaran, perangkat lunak, dan platform daring untuk mendukung proses belajar.

2. Pengembangan keterampilan digital

   Keterampilan seperti pengkodean, pengelolaan data, dan penggunaan media sosial secara produktif semakin penting di era digital.

3. Kolaborasi daring

   Mahasiswa dituntut untuk mampu bekerja sama dalam tim menggunakan platform daring (misalnya Zoom, Google Meet) untuk tugas dan proyek kuliah.

 

B. Membangun Literasi Digital

1. Evaluasi informasi

   Mahasiswa perlu menguasai kemampuan memilih informasi yang akurat dari sumber yang dapat dipercaya di tengah derasnya arus informasi.

2. Etika digital

   Pentingnya menjaga etika dalam penggunaan teknologi, seperti menghormati privasi orang lain dan menghindari plagiarisme.

3. Komunikasi efektif

   Teknologi digunakan untuk menyampaikan ide secara jelas melalui presentasi digital, email profesional, atau media sosial yang terstandarisasi.

 

C. Berkontribusi pada Inovasi

1. Solusi kreatif

   Mahasiswa dapat menciptakan aplikasi atau platform untuk memecahkan masalah di masyarakat, misalnya dalam bidang pendidikan atau kesehatan.

2. Partisipasi aktif

   Terlibat dalam startup teknologi, penelitian digital, dan komunitas berbasis teknologi agar menjadi agen transformasi digital.

3. Pemanfaatan big data

   Menganalisis data dalam jumlah besar untuk menyusun proyek berdampak signifikan, misalnya analisis sosial atau ekonomi.

 

 

Tantangan dan Peluang dalam Pendidikan Tinggi

A. Akses Terbatas terhadap Teknologi

1. Kesenjangan digital

   Mahasiswa di daerah terpencil sering menghadapi keterbatasan akses perangkat (laptop/tablet) dan koneksi internet yang andal.

2. Biaya tinggi

   Harga perangkat dan layanan internet yang mahal menjadi hambatan bagi keluarga berpendapatan rendah.

3. Ketimpangan infrastruktur

   Infrastruktur digital yang tidak merata di berbagai wilayah Indonesia memperparah kesenjangan kesempatan belajar.

 

B. Pergeseran Metode Pengajaran

1. Pembelajaran daring

   Peralihan ke online learning membutuhkan pendekatan baru untuk memastikan interaktivitas dan keterlibatan tetap ada.

2. Metode campuran

   Kombinasi tatap muka dan daring memberikan fleksibilitas, namun tetap perlu pelatihan untuk optimalisasi teknologi.

3. Evaluasi berbasis teknologi

   Integrasi teknologi dalam penilaian (kuis daring, portofolio digital) menjadi tren baru yang membutuhkan adaptasi dari siswa dan dosen.

 

C. Pemberdayaan Kolaborasi

1. Platform komunikasi

   Aplikasi seperti Microsoft Teams, Zoom mendukung kolaborasi jarak jauh antar mahasiswa dari lokasi berbeda.

2. Proyek lintas disiplin

   Teknologi membuka peluang kerja sama antarjurusan, mendorong inovasi, dan pemecahan masalah secara kreatif.

3. Jaringan global

   Digitalisasi memberi akses kolaborasi dengan mahasiswa di seluruh dunia untuk memperluas wawasan isu global.

 

 

 

Strategi untuk Berkembang di Era Digital

 

A. Pola Pikir – Belajar Sepanjang Hayat

1. Adaptasi teknologi

   Mahasiswa harus terus mempelajari teknologi baru agar relevan, mencakup perangkat lunak, alat digital, dan platform pembelajaran.

2. Pemahaman tren

   Memantau tren global dan lokal membantu mahasiswa melihat peluang pendidikan dan karier.

3. Motivasi internal

   Rasa ingin tahu dan motivasi belajar tanpa paksaan memastikan perkembangan mahasiswa meskipun tanpa arahan formal.

 

B. Membangun Ketahanan

1. Fleksibilitas mental

   Melatih kemampuan menghadapi perubahan teknologi & situasi mendadak, agar tetap tenang dan adaptif.

2. Pemecahan masalah

   Mengembangkan berpikir kritis untuk menemukan solusi kreatif atas tantangan kompleks.

3. Mengelola stres

   Strategi seperti meditasi, olahraga, atau berbicara dengan mentor membantu menjaga kesehatan mental mahasiswa.

 

Sistem Pengembangan Kemahasiswaan

1. Mendorong perguruan tinggi ->untuk meningkatkan kualitas layanan kemahasiswaan dan kegiatan penunjangnya.

2. Menumbuhkan kesadaran -> dalam mengembangkan minat, bakat, kreativitas, mental, organisasi, kewirausahaan, serta kesejahteraan mahasiswa.

 

1.6 Materi: Pembelajaran di perguruan tinggi era 5.0

Strategi perkuliahan yang efektif sudah menggunakan kurikulum internasional baru yang setara dengan internasional, dengan metode pembelajaran classical (belajar di kelas), praktikum di lab, dan online.

Masa tempuh kurikulum sarjana adalah 4tahun (8semester) dengan 144 sks, sedangkan diploma 3 tahun (6 semester) dengan minimal 108 sks (magang bersifat opsional untuk sarjana dan wajib untuk diploma). Pada semester 1 dan 2 maximal sks yang dapat diambil adalah 20sks.

Sistem penilaian akademik di perguruan tinggi tidak mengunakan satuan nilai, tapi menggunakan abjad (A, B+, B, C+, C, dsb.). Untukmbisa lulus, nilai yang paling rendah tidak boleh kurang dari IPK 2, dan harus mengerjakan tugas akhir, dengan tugas akhir diploma adalah magang, dan sarjana adalah skrpsi.

Ketentuan cuti akademik dibedakan menjadi 2, yaitu terencana dan yang tidak terencana. Cuti terencana tidak membayar UKT, sedangkan cuti yang tidak terencana uktnya tetap berjalan.

Ketentuan seseorang putus studi:

1.            Tidak membayar UKT 2 semester.

2.            Tidak mengisi KRS 2 semester.

3.            Diploma tidak naik tingkat selama 2 tahun.

4.            Sarjana eval 2 kali (semester 4 40 sks, IPK 2,00, dan semester 8 80 sks, IPK 2,00)

5.            Habis masa studi.

Cara penilaian wisudawan terbaik, yaitu dihitung IPK 50%, masa studi 20%, Toefl/kompetensi bahasa inggris 15%, dan prestasi non akademik selama studi 15%.

0 Komentar